Cara membaca buku dengan SQ3R

 

sumber: modul teks narrais dan literasi

Metode membaca SQ3R dikemukakan oleh Francis P. Robinson pada Tahun 1941 di Universitas Ohio Amerika Serikat, mengembangkan sebuah teknik membaca yang dikenal dengan sebutan SQ3R. Teknik ini bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar. Menurut Soedarso (1988), SQ3R pada prinsipnya merupakan singkatan dari langkah-langkah mempelajari teks atau buku yang terdiri dari : 

(1) survey, 

(2) question, 

(3) read, 

(4) recite, dan 

(5) review 


1) S-Survey (memeriksa, meneliti atau mengidentifikasi seluruh teks). 

Survey atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan bacaan sebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk mengenal susunan dari isi bahan bacaan yang akan dibaca dengan maksud untuk 

  • mempercepat menangkap arti, 
  • mendapatkan abstrak, 
  • mengetahui ide-ide penting, 
  • melihat susunan bahan bacaan tersebut, 
  • mendapat minat perhatian yang saksama terhadap bacaan, dan
  • memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah. 

Tindakan pertama yang perlu dilakukan dalam survey buku adalah memperhatikan judul buku dan mengajukan pertanyaan tentang topik yang terkandung di dalamnya. Lalu melihat nama penulis dan atributnya yang bisaanya memberikan petunjuk isi tulisan. Melihat aktualisasinya, dapat melihat tahun penerbitannya. Jika terdapat sampul bagian belakang, sebaiknya perlu dibaca karena memuat pesan penerbit mengenai hal penting dari buku. 

Tahap berikutnya adalah dengan menelusuri daftar isi, membaca pengantar, melihat tabel, grafik, apendiks dan menelusuri indeks. 

2) Q-Question (menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks) 

Bersamaan pada saat survey, pembaca mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan itu, dengan mengubah judul dan subjudul serta sub dari subjudul menjadi suatu pertanyaan. Kata-kata yang digunakan adalah siapa, apa, kapan, dimana, atau mengapa. 

3) R-Read (membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun)

Pada tahap ini, pembaca membaca teks tersebut bagian demi bagian, lalu mencari jawaban atas pertanyaan yang dibentuk berdasarkan judul-judul bagian atau pertanyaan lain yang muncul sehubungan dengan topik bacaan itu dengan mengkonsentrasikan pada penguasaan ide pokok serta detail yang penting, yaitu mendukung ide pokok, memperlambat cara membaca di bagianbagian penting atau yang dianggap sulit dan mempercepat kembali pada bagian yang tidak penting atau yang telah diketahui. 

4) R-Recite atau Recall (menjawab dan menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan) 

Dalam tahap ini pembaca berhenti sejenak setiap selesai membaca suatu bagian dan mencoba menjawab pertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bab itu. Pada kesempatan itu, pembaca juga dapat membuat catatan seperlunya.

5) R-Review (meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun pada langkah kedua dan ketiga) 

Salah satu bentuk review adalah dengan membaca ulang untuk menelusuri kembali judul-judul dan subjudul, jawaban atas pertanyaan, serta bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu untuk diingat kembali. Membaca ulang dalam tahap ini bukan berarti membaca ulang seluruh bahan bacaan yang telah dibaca sebelumnya melainkan membaca ulang sebagian bahan bacaan saja. membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman juga untuk mendapatkan hal-hal penting yang terlewatkan. 

Tahapan-tahapan Metode Membaca SQ3R 

Survey - Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan survey bab adalah dengan mengamati subjudul-subjudul dan kaitannya, mengamati grafik, peta dan lain-lain. Lalu dengan memperhatikan 

(a) Paragraf pertama dan akhir (ide pokok paragraf), 

(b) Ringkasan (Ikhtisar atau ringkasan tentang bab yang terletak di bagian tersendiri yaitu mendahului bab itu), 

(c) Subjudul (untuk mengetahui hubungan bagian-bagian isi buku itu). 

Question - Maksud dari tahap question ialah pembaca mengajukan pertanyaan yang belum di mengerti setelah melakukan tahap survey selesai, tahap question dapat membantu pembaca yang kurang aktif dalam lingkungan kelas.

Read - Pada tahap membaca ini ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 

1) tidak diperlukan membuat catatan-catatan karena akan memperlambat dalam membaca. Selain itu juga, catatan itu bisa jadi hanya kutipan kata-kata penulisnya saja.

(2) Tidak perlu membuat tanda-tanda seperti garis bawah pada kata maupun frase tertentu, karena ada kemungkinan kesalahan dalam memilih kata yang digarisbawahi, dan untuk menghindari bahan bacaan penuh dengan coretan tak berarti. Pada tahap read ini pembaca membaca semua materi pokok bahasan lingkaran, guna untuk mencari jawaban tahap yang ke dua yaitu tahap question. Membaca teliti materi lingkaran (serupa dengan tahap read). 

Recite and Recall - Pada tahap ini pembaca melatih diri dan berusaha tidak membuka kembali bahan bacaan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan. Jika sebuah atau beberapa pertanyaan tidak terjawab, pembaca menjawab pertanyaan berikutnya hingga seluruh pertanyaan terjawab. Waktu untuk tahap ini adalah setengah dari waktu untuk membaca. 

Summer : chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repositori.kemdikbud.go.id/18528/2/Modul%20Teks%20Narasi%20dan%20Literasi%20Buku%20Fiksi%20Non%20Fiksi%20%281%29.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan Pembagian SKL dan Pelepasan Siswa Kelas XII

SOSIALISASI PPDB 2025: KCD Wilayah III Siapkan Kepala Sekolah Hadapi Gelombang Penerimaan Peserta Didik Baru

Rapat Pleno Kelulusan SMAN 15 Kota Bekasi